Pembenahan Infrastruktur Oleh Jokowi, Adalah Langkah Awal Kedaulatan Pangan

Ketum Koper Jomin Menjawab Pertanyaan Wartawan

 

POPULERNEWS.COM Jakarta – Menurut H.Ayep Zaki, SE. pembina Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) PW Jawa Barat, dan pelaku UMKM menjelaskan; “jika kita mau kembali ke era Orde Baru (orba), itu berarti ceritanya mundur ke belakang. Dan itu salah besar”. Rabu 28 Nopember 2018.

Lebih Lanjut Aa Zaki menyampaikan, sejarah itu tidak pernah mundur, jika kembali ke era Orba itu kemuduran dan kehancuran. Jika kita bicara kedaulatan pangan atau swasembada pangan di Orba, mana faktanya? Menjelaskan saat dihubungi melalui wa.

“Pendukung Orba boleh cerita segala macam keadaulatan pangan, dan lain sebagainya, tetapi faktanya mana?, alat bukti yang mengatakan era Orba swasembada pangan mana? Itu sekadar cerita saja”. Terang Zaki.

Baca juga : Koper Jomin Berikan Bantuan Pupuk Organik Kepada Para Petani Di Sukabumi Selatan

Baca juga : Program Kedaulatan Pangan Koper Jomin Dan SNCI, Kepakkan Sayap Di Utara Jawa

Jika kita lihat, apa yang dilakukan Pak Jokowi untuk menuju ke kedaulatan pangan, itu sudah jelas, dan itu fakta. Pak Jokowi punya tim yang siap untuk menjawab program kedaulatan pangan itu, dan saya siap menjawab siapa saja termasuk dari pendukung Orba jika ditanya mengenai program kedaulatan pangan.

Panen Raya Kab.Buru Maluku

Panen Raya Kab.Buru Maluku

Menurut Aa Zaki, fakta sementara hari ini, yang pertama, Pak Jokowi telah membenahi infrastruktur, dan kedua, sumber daya manusia (SDM) nya nanti ditingkatkan. Pak Jokowi punya tim yang belum dimunculkan ke permukaan, tim yang siap membangun kedaulatan pangan dalam tempo waktu 3 sampai 5 tahun.

Fakta-fakta di lapangan telah menunjukkan itu. Sebagai contoh di Kabupaten Buruh, Maluku dan sejumlah titik di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sudah ada pembangunan kedaulatan pangan itu. Di Solok, Sumatera Barat, sudah dalam tahapan uji coba dan pelaksanaan kedaulatan pangan ini. jelasnya.

“Kedaulatan pangan ini ditunjukan dengan meningkatnya produksi dari hasil pertanian itu sendiri, ini merupakan tahap pertama. Tahap kedua itu, nanti menyangkut masalah regulasi, hasil panen, dan lain sebagainya”.

Tanaman Padi dengan 100% teknologi nutrisi esensial

Tanaman Padi dengan 100% teknologi nutrisi esensial

Kemudian Ayep Zaki menjelaskan, dalam tahapan pertama ini, bagaimana tanaman ini di atas tanah satu hektar, menghasilkan produksi yang melimpah?. Contoh, kita tidak bisa bicara kedaulatan pangan, jika satu hektar hanya menghasilkan 5 ton gabah saja. Jika kita mau bicara soal kedaulatan pangan, per hektar ini harus meningkat. Seru Zaki.

Standard kita, minimal dengan bibit yang ada, varietas yang ada, per hektar minimal menghasilkan 7 ton. Dan fakta saat ini varitas yang ada, kita baru bisa menghasilkan 5 ton gabah. Itu harus ditingkatkan menjadi 7 ton dengan varitas yang ada, tetapi apa bila ada varietas yang baik, produksi gabah kita bisa sampai 14 ton. Tegas Zaki meyakinkan.

Dan yang saya bicara kan ini adalah bukti, jika kita berhasil dalam padi, kita akan berhasil juga pada jenis tanaman pangan yang lainnya, karena secara prinsip sama perlakuannya. Produksi jagung, produksi kopi, produksi coklat, dan sayuran yang lain, akan juga naik produktifitasnya, karena itu semua adalah mata rantai, satu kesatuan yang sama.

Menutup wawancara kali ini, Ayep Zaki menegaskan, “mundur ke zaman Orba, itu tidak bisa”. Dalam sejarah dunia, tidak ada pernah yang namanya mundur, melainkan maju terus. Jika Indonesia kembali atau mundur ke zaman Orba, itu sama dengan bunuh diri. Tutup Zaki. (tri.w/pnc)

 

Editor : Sri P.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply