Festival Palu Nomoni, Saksi Mata Gempa dan Tsunami di Palu Oleh FKDB

Stan FKDB di Festival Nomoni Palu

Stan FKDB di Festival Nomoni Palu

POPULERNEWS.COM Palu- Bermula pada saat karyawan jaga stan tempe hb di Festival Palu Nomoni yang diadakan setiap tahun di sepanjang pantai dari mulai ujung jembatan Palu 4 sampai Anjungan Nusantara yg diisi oleh para pelaku UKM se-Sulawesi Tengah.

Saat itu sekitar pukul 17.00 wita, Rudian selaku Pj tempe HB kembali ke rumah dari Stan pameran untuk mengambil stok tempe degan maksud menambah barang dagangan di stan pameran.

Sampai di rumah tiba-tiba terjadi gempa 7,7 SR, selang beberapa saat datang 3 orang karyawan yang jaga stan di festival,  sambil nangis dan langsung tergelatak di tanah karena kaget, sakit terkena benturan dan kecapean diterjang tsunami,  jalan kaki dari TKP ke rumah. tuturnya.

Rrudian pun ingat kalo anak nya tertinggal di stan beserta 1 lagi  karyawannya, Rudi kembali lagi ke lokasi pameran yang dia lihat sudah terjadi tsunami, lantas dia mencari anak nya (Qurun) dan 1 orang karyawan nya (Nurmansah). Kondisi di TKP sudah tidak menentu dan korban belum di temukan.

Kemudian menurut Nurmansah: Saat terjadi Tsunami, Nurmansah dan Qurun sedang berada di pinggir jalan, agak jauh dari stan, tiba-tiba air laut pasang sampai di ketinggian perut nya, banyak nya pohon tumbang dan kayu yang bergelintangan menyebabkan kaki Nurmansah terjepit pada saat mau menyelamatkan Qurun.

Masih menurut Nurmansah, melihat air terus mengejar nya dan terus meninggi, Kurun cepat berlari sampai tepian jalan dan memilih tempat yg lebih tinggi. Nurmansah yang melihat Qurun berlari di depannya segera melepaskan diri dari jepitan kayu, dan Nurmansah segera membantu Qurun menuju tempat yang lebih tinggi sambil menggendong Qurun.

Sekitar pukul 23.00 wita Nurmansah dan Qurun sudah menyelamatkan diri di tempat bangunan yang lebih tinggi. Melihat bangunan mulai retak karena saat itu masih terjadi getaran gempa, keduanya pindah tempat ke tempat yang lebih aman. Di tempat tersebut kedua nya melihat para korban yang lain dengna berbagai kondisi, ada yang lehernya kena sayatan besi, ada yang badannya berdarah, dan aneka kejadian memilukan tampak di depan keduanya.

Mereka kelelahan dan istirahat sampai pagi meskipun tidak sempat tidur, pagi hari kemudian Rudian mengunjungi TKP sambil melihat banyak korban bergelimpangan di jalan yang ditutupi kain dan plastic.

Satu demi satu kain penutup mayat di buka oleh istri Rudian untuk mencari anak dan karyawan nya dan akhir nya mereka melihat, Nurmansah dan Kurun sedang berjalan Alhamdulillah mereka selamat. Pungkas Rudian.

Berita ini sekaligus mengkonfirmasi surat edaran FKDB yang telah lalu, tentang informasi belum ditemukannya Qurun dan Nurmansyah. (media.FKDB)

 

Editor : Pramono

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply