RèJO, Ogah Bahas Pidato Prabowo “Tampang Boyolali”

 

POPULERNEWS.COM Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) HM Darmizal MS, yang dulu pada Pilpres 2014 merupakan dewan pembina Joksan Centre sebagai Relawan Tim pemenangan Prabowo Hatta, enggan mengomentari pidato Prabowo tentang “Tampang Boyolali” yang saat ini sedang Viral bahkan semarak demo diberbagai tempat. Saat di hubungi, Senin 5/11/2018,

Ketum ReJO tersebut enggan berkomentar. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai pernyataan Prabowo tersebut, hukum sosial yang berlaku adalah “Mulut Mu Harimau Mu”. 

Baca juga : Rapat Kerja Depimnas ReJO Bersama Laksamana TNI (Purn) Prof.Dr. Marsetio,MM. Untuk Memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin

Baca juga : Ketua ReJO Bidang UKM Petani dan Nelayan Jalin Kerjasama Dengan APMISO dan APKLI

Masih menurut Darmizal, “Biarkanlah masyarakat saja yang menilai baiknatau buriknya pidato tersebut, masyarakat sudah sangat cerdas”. Saat ini saya dan civitas RèJO yang tersebar dipelosok tanah air, hanya fokus menyampaikan tentang kerja nyata Pak Jokowi. ReJO secara tegas menolak hoax dan fitnah oleh siapapun, dimanapun dan kapanpun karna Fitnah memang sangat jahat.

Lebih lanjut Darmizal menekankan, ReJO saat ini sedang matangkan persiapan giat Canfassing door to door sebagaimana arahan pak Jokowi saat Rakernas di Surabaya tempo hari, RèJO akan menyapa masyarakat dari rumah kerumah untuk jelaskan kinerja terbaik Presiden Jokowi dalam membangun Infrastruktur dan program kerakyatan yang sangat bermanfaat, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP),  Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang saat ini dimanfaatkan oleh lebih 110 juta pemegang kartu, dari Sabang sampai Merauke, dari Miyangas sampai Pulau Rotte.

Pembangunan dan program tersebut akan ditingkatkan nilai bantuan dan jumlah penerimanya oleh pak Jokowi. “Masyarakat harus tahu ini”, jelas mantan Pimpinan Komisi Pengawas Pusat Partai Demokrat ini.

Saya ingin menghimbau ” Yang diucapkan seorang pemimpin mestinya memberi nilai kebaikan, motivasi dan optimisme untuk kebaikan masa depan bangsa dan negara, bukan hanya untuk pemilihnya saja, melainkan bagi seluruh rakyat Indonesia. Karna pemimpin juga sebagai Inspirator dalam skala yang lebih luas. Baiknya ucapan pemimpin maka dikuti baik oleh pengikutnya, masyarakat kita masih banyak menganut budaya “Patronase”.

Saya pernah membaca, satu kiasan yang bagus dari Prof Mahfud MD, bahwa “Kita melakukan Pemilu, bukan mencari pemimpin yang bagus betul, tapi menghindari orang jahat memimpin negeri ini”.

Maka dari itu, ayo adu program, menjauhlah dari HOAX dan FITNAH. Mari hijrah untuk menjadi lebih baik dengan Menjadikan Kebaikan Sebagai Kebutuhan. Tutup Darmizal. (pram/pnc)

 

Editor : Sri.P

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply