Loekman Tanggapi Serius Aksi Damai Guru Honor K2 ke Istana Negara

 

POPULERNEWS.COM Lampung Tengah- Tanggapi aksi damai Guru Honor (K2) dari seluruh Indonesia, yang direncanakan datang ke Istana Negara, untuk diangkat menjadi CPNS, dengan tidak mensyaratkan batasan usia, dan rencana aksi mogok mengajar, Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto siapkan langkah-langkah strategis.

Menurut Loekman, saat diwawancara di sela-sela kunjungan kerja di tempat wisata Embung Tanjung Anom Kecamatan Terusan Nunyai (29/10), ini serius tegas Loekman, dan dirinya mengajak kepada kepala OPD ikut mendata pegawai Lampung Tengah yang punya basis Sarjana Pendidikan, yang nantinya akan diberi tugas tambahan mengajar di sekolah-sekolah di Lampung  Tengah.

Lebih lanjut Loekman mengatakan, kalau terjadi guru honor mogok mengajar yàng jumlahnya 917 K2. dan Non K2 hampir 7.000 orang, ini akan menjadi masalah yang sangat serius. Saya harap semua OPD siap melakukan aksi untuk membantu mengajar, jadi guru, jika guru honor semua akan mogok nasional.

Baca juga : Kegitan Belajar Mengajar Di PAUD Doa Bangsa Lampung Tengah Dihentikan Sementara, Karena Terbakarnya Sarana dan Prasarana Sekolah Yang Diduga Sabotase

Baca juga : Kunjungi Kampung Depok Rejo, Loekman Sumbang Pembangunan Masjid Al-Iman dan Kampanyekan Gotong Royong Kepada Warganya

Berdasar data, hari ini yang berangkat ke Jakarta lebih dati 400 orang guru, yang akan memperjuangkan nasibnya untuk melakukan unjuk rasa ke istana. Ada yang sudah mengabdi puluhan tahun, bahkan àda yang sudah 23 tahun menjadi guru honor.

Dengan adanya persyaratan untuk dapat mendaftar CPNS usia maksimal 35 Tahun, di Lampung Tengah yang mendaftar hanya 16 oràng dari kuota 31 orang dari yang akan diterima.

Di tempat yang sama Ketua PGRI Lampung Tengah saat mendampingi Bupati Loekman Djoyosoemarto membenarkan àdanya aksi damai ke Jakarta. Sarjito mengetahuinya karena guru Honor yang ke Jakarta memberi informasi ke PGRI Lampung Tengah secara tertulis bahwa akan ada aksi ke Jakarta yang berjumlah sekitar 400 orang dan akan mogok nasional jika permintaanya tidak dipenuhi pemerintah pusat.

Lanjut Ketua PGRI Lampung Tengah yang juga menjabat Kepala Dinas Kominfo Lampung Tengah, berpendapat Pemerintah Pusat tidak adil dan tidak memperhatikan nasib guru honor. Batasan usia yang dipersyaratkan menurutnya sangat merugikan dan tidak mempertimbangan rasa kemanusiaan. Karena para guru honor K2 sudah àda yang mengabdi selama 23 tahun. Dengan disyaratkan usia maksimal 35 tahun, maka tidak akan ketemu dan tidak masuk di àkal.

Sarjito menambahkan, “harusnya Guru honor K2 tidak diberi batasan maksimal 35 tahun, kalaupun diberi batasan usià, ya makasimum 46 tahun”. Sekarang masih ada K2 yang sudah berusia 45 Tahun karena pada saat honor usianya 20 tahun dan telah menjadi tenaga honor selama 25 tahun.

Sarjito turut prihatin atas kebijakan pemerintah pusat yang sangat tidak berpihak kepada guru honor K2. Padahal dengan mengangkat guru honor K2 tidak ada satupun yang dirugikan bagi Pemerintah, karena tahun 2019 dan 2020 guru yang akan pensiun lebih dari 300 ribu orang.

Di Lampung Tengah sendiri. saat ini kekurangan guru SD sekitar 1.300 orang, dan Standar Pelayanan Minimal dari jumlah kuwantitas saja belum terpenuhi, apalagi standar kualitas. terang Sarjito.

Dalam kesempatan ini, Ketua PGRI Lampung Tengah mendesak kepada Ketua Umum Pengurus Besar PGRI yang notabene paling dekat dengan pemerintah pusat, untuk dapat mengawal guru honor K2 yang melakukan aksi demo di Jakarta, sampai berhasil memperjuangkan teman-teman guru honor yang sudah mengabdi puluhan tahun.

Semoga saja tidak terjadi mogok nasional, namun bila hal tersebut harus terjadi, maka kembali kepada Undang-undang dan PP serta Permendikbud, bakwa pemenuhan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan àdalah menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah.

Berdasar data, saat ini ada beberapa SD di Lampung Tengah yang PNS nya hanya satu orang, yaitu Kepala Sekolahnya saja, kalau guru honor mogok mengajar, maka tidak mungkin satu kepala sekolah mengajar 7 sampai dengan 8 kelas dalam sehari?. tutup Sarjito. (diskominfoLT)

 

Editor : Pramono

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply