Menuju Indonesia Sejahtera dan Makmur, Melalui Perwujudan Kedaulatan Pangan Di Bumi Pancasila

fkdb ekpose

 

POPULERNEWS.COM– JAKARTA Dalam Ekspose BAGIAN KE-3 oleh H. Ayep Zaki, Pemberdaya UMKM Pertanian, Peternakan, FKDB Bursatani.

Artikel ini merupakan ulasan informatif yang didasarkan kepada fakta lapangan, sebagai data bahwa wujud nyata kemakmuran adalah suatu keniscayaan bagi bangsa Indonesia.Dengan uji coba yang penuh keikhlasan demi Indonesia. Hal ini sebatas kemampuan maksimal yang saya miliki.

Semoga data ini bisa sampai kepada Pemerintah, Bpk. Jokowi yang juga penuh keikhlasan dalam memimpin bangsa ini dan bisa mengadopsi teknologi ini, serta mengimplementasikannya secara nasional, dan saya tidak memiliki kepentingan apapun.

Keinginan saya hanyalah Indonesia Sejahtera dan Makmur. Semoga karya kecil ini, bisa membantu pak Jokowi dalam mensejahterakan bangsa ini sesuai dengan amanat UndangUndang Dasar 1945.

Baca juga : Ekspose Kerja Nyata Ayep Zaki Bersama FKDB Bursatani, Menuju Kedaulatan Pangan Bangsa

Mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran di seluruh wilayah Indonesia bukanlah menjadi sesuatu yang mudah, diperlukan upaya strategis untuk dapat mengaktualkan cita-cita seluruh bangsa ini. Program kedaulatan pangan yang telah dan sedang saya usung ini, merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran yang berorientasi pada peningkatan produktivitas hasil pertanian.

Hal ini akan terus dilakukan secara bertahap di setiap provinsi di seluruh Indonesia, karena saya sangat meyakini bahwa untuk mewujudkan cita-cita bangsa ini harus dilakukan secara menyeluruh, tidak bisa dilakukan secara parsial.

Melalui aktivitas demonstration plot (demplot) di berbagai wilayah merupakan satu kerja nyata saya dalam mewujudkan program kedaulatan pangan ini.

Tidak hanya padi, komoditas lainnya seperti jagung, bawang merah, dan tomat merupakan beberapa komoditas yang menjadi objek untuk diterapkannya teknologi nutrisi esensial yang saya programkan ini. Aktivitas demplot untuk komoditas jagung, bawang merah, dan tomat dilakukan di beberapa wilayah seperti Kalimantan Selatan, Lampung, Riau, dan Maluku.

Selain penerapan pada padi, teknologi nutrisi esensial telah saya terapkan juga pada komoditas jagung. Bpk. Basuni merupakan salah satu petani jagung di Desa Panggung Baru, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang ikut berpartisipasi dalam aktivitas demplot di wilayah Kalimantan Selatan.

Teknologi nutrisi esensial diterapkan pada lahan jagung seluas 1 ha milik Bpk. Basuni ini berdampak positif terhadap hasil panen yang ditandai dengan meningkatnya hasil produksi jagung sebesar 2,8 ton dari biasanya atau meningkat sebesar 43% dari sebelumnya, tentunya hal ini merupakan hasil yang sangat memuaskan.

 

Perbandingan hasil produksi penggunaan nutrisi esensial di lahan milik Bpk. Basuni.

Di wilayah lain, yaitu di Jalan Seberang, Kelurahan Air Molek 1, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, adalah Bpk. Acun Basuni yang juga ikut berpartisipasi dalam penerapan teknologi nutrisi esensial, mendapatkan hasil yang memuaskan. Walaupun peningkatan yang terjadi tidak sebesar yang dirasakan oleh Bpk. Basuni di wilayah Kalimantan Selatan, namun peningkatan 27% yang dirasakan tetap sangat berdampak pada peningkatan penghasilan bersih untuk Bpk. Acun Basuni.

 

 

Di wilayah Lampung, demplot pada komoditas jagung di lakukan di atas lahan seluas 0,7 ha milik Bpk. Sudaryono yang beralamat di Desa Margo Agung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Hasil yang memuaskan juga dirasakan oleh Bpk. Sudaryono karena hasil panen jagung miliknya meningkat sebesar 25% dari sebelumnya.

 

Pada komoditas bawang merah, salah satu demplot dilakukan di Desa Salam Babaris, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Bpk. Sukarlis merasakan peningkatan produksi bawang merah yang sangat signifikan. Setelah menggunakan teknologi nutrisi esensial, produksi bawang merah di atas lahan 0,7 ha miliknya meningkat 2 ton atau setara dengan 28% jika dibandingkan dengan hasil panen sebelumnya dengan berat awal bibit yang sama.

 

Peningkatan produksi pada bawang merah juga dirasakan oleh Bpk. Saiful, yaitu petani bawang merah di Desa Kedawung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Hasil penggunaan nutrisi esensial pada bawang merah di lahan seluas 0,25 ha miliknya menunjukkan peningkatan produksi yang luar baisa, yaitu lebih banyak 1,3 ton atau setara dengan peningkatan sebesar 58% dibandingkan dengan lahan yang tidak menggunakan teknologi nutrisi esensial.

 

Peningkatan produksi hasil pertanian dengan penerapan teknologi nutrisi esensial ini juga berlaku untuk komoditas sayuran seperti tomat. Di lahan milik Bpk. Daryo, petani tomat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, saya beserta tim penyuluh di wilayah Kalimantan Selatan melakukan demplot di atas lahan seluas 0,5 ha. Hasil yang sangat luar biasa didapatkan oleh Bpk. Daryo, secara signifikan hasil produksi meningkat 50% dari biasanya. Dan tentunya hal ini berdampak kepada meningkatnya pendapatan bersih Bpk. Daryo.

Hal serupa juga dirasakan oleh Bpk. Yitno, petani tomat di Unit 17 Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru, Maluku. Teknologi nutrisi esensial di terapkan di atas lahan 0,5 ha dan juga memenuhi harapan. Produksi tomat di lahan milik Bpk. Yitno meningkat signifikan dari sebelumnya, dan ini merupakan pencapaian yang sangat menggembirakan bagi kami sebagai tim penyuluh dan Bpk. Yitno yang langsung merasakan peningkatan pendapatan bersih dari sebelumnya.

Sungguh menambah keyakinan saya manakala hampir seluruh demplot yang dilakukan menunjukkan hasil yang sangat positif, dan tentunya dengan meningkatnya produksi pertanian meningkat pula pendapatan petani, dan inilah yang menjadi tujuan dari program kedaulatan pangan yang sedang saya jajaki ini. Dengan begitu, tingkat ekonomi di kalangan petani akan meningkat, dan secara otomatis meningkatkan tingkat ekonomi di daerah tersebut.

Karya kecil yang telah, sedang, dan akan saya lakukan ini tidak lepas dari harapan bangsa ini sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang Undang Dasar 1945, yaitu menuju Indonesia Sejahtera dan Makmur. Amanat Undang Undang Dasar 1945 adalah kristalisasi harapan segenap bangsa Indonesia yang tentunya harus dijunjung tinggi dan dilaksanakan secara murni dan konsekuen. Seluruh putera puteri bangsa terus berkarya dalam upaya.

membangun negeri menjadi lebih baik. Saya meyakini bahwa hanyalah seorang yang berjiwa besarlah yang selalu peduli dengan masukan positif buat bangsa ini sekecil apapun dia dan sebaliknya saya tidak meyakini bahwa jiwa besar ini tidak ada pada diri seorang Jokowi, presiden saya, presiden Republik Indonesia saat ini.

 

editor : Tri Wahyu

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply