Buktikan 35%-42% Peningkatan Hasil Panen, FKDB Siap Tuntaskan Masalah Swa-Sembada Pangan Nasional

Ajat Sudrajat panen sukabumi fkdb

 

POPULERNEWS.COM Sukabumi- Anggota tim penyuluh pertanian dari FKDB Bursatani Sukabumi Ajat Sudrajat menyampaikan kepada Populernews.com bahwa hasil panen padi dari demplot pertanian yang dilakukan bersama para petani di daerah Cimaja Kecamatan Cikakak Kabupaten Sukabumi, sukses dan mencapai 42% dari rata-rata target minimal 35%.

Berdasar hasil panen saat ini yang menggunakan teknologi nutrisi esensial Bursatani, diketahui bahwa panen ini berhasil, dengan mencatatkan peningkatan hasil panen mencapai 42 persen, dari panen sebelumnya.

Ketua umum FKDB dan pembina YPPDB, H.Ayep Zaki menanggapi hasil panen tersebut Aa. Zaki menyampaikan agar FKDB Bursatani Sukabumi terus menggenjot pembinaan dan bimbingan kepada para petani di seluruh Kabupaten Sukabumi.

Hal ini adalah sesuai apa yang pemerintah programkan terhadap terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan ditahun ketiga dan keempat ini bisa tercapai.

Baca juga : Sinar Fajar Merekah Dari Timur Indonesia Dalam Senyum Petani Maluku atas Kerja FKDB Bursatani

Baca juga : FKDB Bursatani Sosialisasi Demplot Nutrisi Esensial Bersama Pemerintah Kabupaten Solok

Lebih lanjut Ajat Sudrajat menginformasikan, bahwa padi yang dipanen adalah milik petani bernama Engkud, yang beralamat di Kampung Margaluyu Desa Cimaja Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi Jawa barat.

Adapun jenis padi yang ditanam adalah varietas Ciherang dengan areal tanam seluas 4000m2, dengan luas tersebut biasanya rata-rata panen menghasilkan gabah kering panen 2000kg.

Namun setelah menggunakan teknologi nutrisi essensial saputra, panen meningkat produksinya menjadi 2851kg.

Dengan kenaikan sebesar 42 persen tersebut pak Engkud menyampaikan keyakinannya akan keampuhan nutrisi esensial saputra dan berharap agar petani di seluruh Sukabumi bahkan seluruh Indonesia menggunakan pupuk organik nutrisi esensial saputra ini.

Kalau mau dikonversi dari luas lahan 4000m2, pada luas areal tanam 1ha atau 10.000 m2, maka kenaikan nya 2.127 kg/hektarnya.

Berdasar hasil di atas, dapat dipastikan penerapan teknologi nutrisi esensial saputra yang telah di uji cobakan pada berbagai jenis tanaman seperti varietas padi, sayur mayur, palawija dan tanaman keras, sangatlah membantu terhadap peningkatan pendapatan panen para petani, yang pada akhirnya berimbas pada peningkatan kualitas dan pendapatan masyarakat.

Besar harapan para penyuluh dan pembimbing pertanian yang tergabung pada FKDB Bursatani Sukabumi, yang juga harapan para petani; kiranya pemerintah bisa membantu dengan memberikan respon dan regulasi-regulasi yang bisa mempercepat penyebaran penggunaan teknologi nutrisi esensial Saputra yang terbukti dapat meningkatkan produktifitas hasil panen, yaitu mencapai 35%-42% tersebut. tegas Ajat Sudrajat kepada populernews.com. (bag.mediaFKDB)

Editor : Pramono

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply